Selayang Pandang RA Mubtadiin Desa Dayeuhwangi - “Sebaik-baik manusia adalah orang yang banyak bermanfaat bagi orang lain” dan “Orang sukses adalah orang yang bisa mensukseskan orang lain”. kalimat inilah yang menjadi motivasi bapak Saepudin untuk menyelenggarakan pendidikan pra sekolah (RA MUBTADI’IN). karena disadari, wujud dari tolabul ‘ilmi adalah memberikan atau berbagi ilmu, mendidik keimanan, ketaatan, ahlak, kepada anak-anak. Dari sinilah lahir pendidikan pra sekolah (RA MUBTADI’IN).
Hadirnya pendidikan pra sekolah (RAM) ini lewat seseorang yang berjiwa besar, yang betul-betul menyadari bahwa begitu pentingnya pendidikan pra sekolah dan mengingat perintah mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap orang sejak lahir sampai meninggal dunia, ini bukanlah karena kesombongan, sok pintar, sok hebat atau pun yang lainnya, naudzubillahi mindzalik. Tapi karena tanggung jawabnya kepada Allah dalam tolabul ‘ilmi atau pendidikan. “secara jujur di akui bahwa saya yang mendirikan RA MUBTADI’IN ini bukanlah orang yang alim atau memiliki kelebihan dibanding yang lain, bahkan saya sangat dhoif dalam pendidikan” ujarnya ketika di wawancarai kemarin. Kemudian ia menambahkan “apalah artinya saya kalau tidak ada guru-guru lain yang bisa mendidik anak-anak RAM”.
Kehadiran RA Mubtadi’in di dua tempat itu tidak langsung ada sekaligus, (kalo orang jawa bilang, ora ujug-ujug) tapi melalui proses dan tahapan, ibarat kelahiran manusia tidak langsung empat sekaligus, tapi satu satu.
Awal nya adalah RAM yang ada di pajagan Desa Dayeuhwangi kecamatan lemahsugih kabupaten majalengka. Yang didirikan pada tahun 2012 dengan tempat belajar yang masih sederhana, yaitu di rumah pak ajengan engkus. Karena pertimbangan tempat yang kurang layak untuk belajar, sementara anak- anak begitu semangat belajar dengan niat yang kuat dan yakin kepada Allah swt. Alhamdulilah dibangunlah sekolah dengan ukuran 7x7 meter yang di dirikan pada tanggal 14 juni 2012.
Dengan berdirinya RA Mubtadi’in ini, perkembangan RA semakin meningkat, seiring dengan bergulirnya waktu jumlah anak-anak didik RA semakin bertambah. Maka beberapa bulan kemudian Bapak Saepudin membuka cabang di kampung cikondang Desa Sadawangi Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka, sebagai kelas jauh dari RAM yang ada di pajagan dengan menggunakan bangunan kosong yang dulunya madrasah diniyah takmiliyah tetapi sekarang tidak ada. Mengagumkan memang, sebab belum ada orang yang punya pemikiran jauh kedepan mengenai pandidikan pra sekolah seperti bapak Saefudin ini, dan tentunya RA Mubtadi’in dan Yayasan Darul Manfa’ bisa berjalan berkat bantuan Bapak/Ibu orang tua murid dan masyarakat yang memberikan dukungan, saya ucapkan terimakasih kepada semuanya. Semoga Allah swt memberikan balasan dengan yang lebih baik kepada semuanya, Amienn..
Bila dilihat usianya, RA Mubtadi’in baru berusia setahun empat bulan, usia anak balita kalau dilihat pada perkembangan anak manusia. Menginjak pada usianya yang ke dua RAM selalu semangat untuk mengikuti kegiatan kegiatan dari Kemenag. Bahkan para pendidik dan kepala insya Allah sudah merancang beberapa program untuk berlangsungnya perjalanan hidup RAM yang masih panjang ini. Bagi masyarakat, sudah saat nya untuk tidak menutup sebelah mata pada pendidikan bagi generasi kita ini. Dan yang paling penting adalah bukan saatnya kita berdiam terus, melihat kekurangan dan kelemahan sekolah RA kita ini, sebab RA Mubtadiin ini bukan milik seseorang atau suatu kelompok tapi milik seluruh muslimin yang merindukan Ridho Allah, milik semua para ibu dan bapak yang mendambakan anak-anak sholeh dan sholehah.
[KIM Sadawangi - Nurhamidah]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar