Minggu, 09 Agustus 2015

Pendidikan Polotik Menjelang Pemilu 2015 Bagi Masyarakat Desa

Pendidikan Polotik Menjelang Pemilu 2015 Bagi Masyarakat Desa - Perhelatan akbar pemilu 2015 semakin dekat, bahkan gaungnya sudah mulai santer terdengar dua tahun sebelumnya yaitu sekitar awal tahun 2014. Bursa kursi calon presiden pun mulai ramai diperbincangkan, nama-nama mulai bermunculan baik itu yang berlatar belakang pengusaha, petinggi TNI, direktur bank, seniman, pengacara, politikus, menteri bahkan isteri orang nomor satu negeri ini pun tak luput dari kehebohan bursa kursi pada pemilu tahun 2015.

Masyarakat pun ikut memprediksi siapa calon presiden terkuat di pemilu 2015. Bagaimana tidak, media cetak dan televisi begitu gencar menampilkan sosok-sosok yang digadang-gadang akan bersaing di kompetisi lima tahunan tersebut. Dalam berita percaturan politik pasti dikaitkan dengan pemilu, kasus-kasus korupsi bahkan hal-hal sepele yang berkaitan dengan politik akan langsung dipoles sedemikian rupa sehingga nampak erat dengan persaingan pemilu yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan ... tahun 2015 nanti.

Untuk masyarakat desa yang secara umum lebih banyak menonton televisi dibandingkan membaca koran, media televisi merupakan sarana paling ampuh untuk menggiring pada pembahasan politik Indonesia. Akan tetapi perlu dipahami bahwa masyarakat desa cenderung bukan pemirsa setia program berita, karena paradigma yang berkembang dalam masyarakat menyatakan bahwa televisi merupakan media hiburan. Oleh karena itu, sosok yang muncul dalam iklan atau cuplikan lebih melekat pada ingatan masyarakat desa. Hal ini menyebabkan wawasan politik masyarakat desa tergolong rendah, namun perlu diingat bahwa di sisi lain angka partisipatifnya sangat potensial. Kondisi ini tentu saja dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mencapai apa yang diinginkannya.

Pendidikan politik sangat dibutuhkan oleh masyarakat desa dalam rangka membentuk karakter pemilih cerdas yang demokratis. Dalam hal ini, perlu adanya kegiatan penyuluhan dengan pendekatan yang tepat dari pihak-pihak terkait misalnya dari KPU atau LSM yang berada pada posisi netral dan tidak memiliki kepentingan dalam pemilu 2015. Selain itu, perlu digarisbawahi bahwa pendekatan yang digunakan haruslah sesuai dengan karakter masyarakat desa yang cenderung tidak terbiasa dengan hal-hal formal dan seremonial sehingga informasi-informasi yang disampaikan dapat tersampaikan secara efektif dan berkelanjutan. Semoga dengan pendidikan politik masyarakat desa dapat berpartisipasi dalam aktivitas demokrasi yang tepat dalam rangka menentukan arah perjalanan bangsa Indonesia sehingga pada pemilu tahun 2014 yang terpilih merupakan sosok pemimpin yang terbaik untuk Indonesia. Amin.

[Sih Aulia NF/ KIM Sadawangi]

MTs Al-Hurriyah PUI Sadawangi Gelar Perkemahan Akbar

Perkemahan akbar MTs AL-HURRIYAH PUI Sadawangi yang ke-14 di gelar di Kampung Cilengkrang Desa Lemahputih Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka yang di laksanakan pada tanggal 2-4 november 2013. Kegiatan ini diikuti oleh 320 peserta yang terdiri dari kelas VII,VIII dan IX.

Pembina pramuka, ibu Siti Nurfauziah S.Pd. yang sering akrab di sebut ibu Ucu ini mengatakan “perkemahan akbar tahun ini berbeda sekali dengan tahun-tahun sebelumnya, lebih seru, lebih di siplin, dan tidak ada waktu yang terbuang percuma”

Perkemahan ini dinamakan perkemahan akbar karena diikuti oleh oleh smua siswa/siswi MTs ALHURRIYAH yang di pisah menjadi 18 regu, kemudian semua dewan guru ikut berpartisifasi dalam kegiatan ini, juga melibatkan masyarakat, karang taruna, aparat pemerintahan desa, Lemahputih dan banyak alumnus yang ikut membantu kelancaran kegiatan ini.

Selaku Pembina, ibu Ucu juga ingin memberikan nuansa baru kepada anak-anak didiknya yaitu lebih mengarahkan ke game dengan tujuan supaya anak-anak tidak merasa jenuh dengan kegiata perkemahan ini. Tidak hanya peserta yang ikut dalam kegiatan, tapi para panitia dan dewan guru juga ikut serta memeriahkan acar ini dengan mengikuti beberapa perlombaan salah satunya lomba bakiak, acara inilah yang paling berkesan bagi anak-anak karena bisa lebih mendekatkan hubungan emosional antara guru dengan siswa, dan juga kebersamaan. Selain bernuansa hiburan banyak perlombaan-perlombaan yang sifatnya mendidik dan mengasah kreatifitas anak antara lain lomba baris berbaris, semaphore, morse, cerdas tangkas, pentas seni, hasta karya, memasak, pidato, puisi, karnaval …

Kegiatan ini dilaksanakan di cilengkrang karena lokasinya yang sangat strategis, keadaan alamnya yang masih asli menjadikan perkemaah ini benar-benar mendidik anak-anak untuk merealisasikan dasa darma pramuka yang ke dua yaitu cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, ujar Pak Andri selaku dewan guru.
Kegiatan perkemahan yang bertemakan “perkemahan akbar menumbuhkan jiwa kesatria dan berahlakul karimah” ini mudah-mudahan menjadi motifasi dan dapat melatih anak-anak supaya bisa menjadi lebih mandiri, menjadi prsibadi yang tangguh, yeng selalu semangat berjuang, tidak pantang menyerah, disiplin, mempunyai keberanian, yang mencintai alam semesta, saling tolong menolong, bertanggung jawab dan mempunyai akhlak yang baik. Hal inilah yang menjadi harapan ibu ucu selaku Pembina pramuka.

Kepala Sekolah MTs Al-Hurriyah
Kegiatan perkemahan ini telah mencuri perhatian masyarakat cilengkrang karena perkemahan ini sangat berbeda dengan perkemahan sebelumnya yang pernah dilaksanakan oleh sekolah-sekolah lain. Baik dari kegiatan ataupun kedisiplinan yang di terapkan di perkemahan ini. Ucapan terimakasih disampaikan oleh ibu ucu kepada seluruh masyarakat yang telah membantu berjalannya kegiatan ini.

Drs. Uu Saepudin MPd. selaku kepala sekolah merasa bangga atas keberhasilan para dewan guru dalam mendidik anak anaknya sehingga perkemahan akbar ini bisa terlaksana dengan lancar meski untuk mencapainya tidaklah mudah, namun dengan adanya kegiatan serta dukungan seluruh warga sekolah MTs AL-HURRIYAH PUI Sadawangi menjelma menjadi sekolah yang patut diperhitungkan.

[KIM Sadawangi - Nurhamidah]